Materi Biologi

Reproductive System

Published 29 September 2011

Their Function

OVIDUCT   : Site of fertilization

(tempat terjadinya pembuahan)

OVARY    :  The place egg production ( Ovum )

OVARIUM   : Tempat memproduksi Sel telur (Ovum)

UTERINE  :  Growing place embryos

UTERUS   :  Tempat berkembanngnya Embrio

SERVIX     :  Place of the baby out as normal

SERVIKS   : Tempat keluarnya bayi secara normal

VAGINA    : Sperm enter the place and place of discharge of infants in the norm
VAGINA   :  Tempat memasukkan Sperma dari penis dan tempat keluarnya bayi secara normal

Their Function

 

PENIS  : Memasukkan Sperma ke dalam Vagina

PENIS: Entering the Sperm into the Vagina

VANS DEFERENTS : Menyalurkan sperma dari epdidimis ke saluran yang lebih lanjut

VANS DEFERENT : Distributed sperm from epdidimis to the channel further

TESTIS    :  Tempat memproduksi Sperma

TESTES      : site to produce sperm

EPIDIDIMIS    :   Tempat Pematangan Sel sperma menjadi Spermatozoa

EPIDIDIMIS : The Maturation of sperm cells become spermatozoa

 

MENSTRUAL CYCLE (Siklus Menstruasi)

Menstruation cycle  in women is normally 28 days but could be 21-35 days, in her life a woman can produce 400-500 eggs

Beginning of the menstrual cycle will occur after the beginning of puberty, around age 8-13. During the menstrual cycle, one ovary produces a mature egg cell, the walls of the uterus will be prepared to accept a fertilized egg and uterine lining will be damaged or decayed if the egg is not fertilized ovum.

The first menstrual cycle is called menarche.

Pre Phase evolasi

1. Pituitary gland ( hypothalamus ) secrete FSH ( Follicle Stimulating Hormone ). FSH stimulates the follicles in the ovaries to produce estrogen.

2. Estrogen stimulates the uterus to prepare for implantation of the ovum.

Ovulation phase

Ripe egg will come out of the ovary. This event is called ovulation.

Phase Post- Ovulation

a. Ovum moves into the fallopian tubes toward the uterus.

b. The remaining follicles in the ovary will change shape into a corpus luteum.

c. The corpus luteum secretes the hormone progesterone will

d. The uterus wall thicken so that the uterus ready for implantation of the fertilized ovum

If fertilization does not occur,

a. The corpus luteum is damaged and stops the production of progesterone and estrogen.

b. Endometrium ( uterine lining ) damaged or decayed resulting in menstruation

Menstruation occurs every month about two weeks after ovulation and usually lasts 3-7 days.

A normal menstrual cycles continue until a woman aged 40 ‘s or 50′s. As of the natural aging ovary thus the menstrual cycle becomes irregular and finally stopped. This is called menopause.

Siklus menstruasi pada wanita adalah secara normal 28 hari tapi bisa  21 – 35 hari, dalam hidupnya seorang wanita bisa menghasilkan 400-500 sel telur

Awal siklus menstruasi akan terjadi setelah awal pubertas, sekitar usia 8-13. Selama siklus menstruasi, satu ovarium menghasilkan sel telur yang matang, dinding  rahim akan dipersiapkan untuk menerima  sel telur yang dibuahi, dan dinding rahim akan rusak atau meluruh  jika  sel telur telur tidak dibuahi.

Siklus menstruasi pertama disebut menarche.

Fase Pre evolasi

1.  Kelenjar pituitari (Hipotalamus) mensekresi FSH ( Follicle Stimulating Hormone ). FSH merangsang folikel  dalam ovarium untuk menghasilkan estrogen.

2.  Estrogen merangsang uterus untuk mempersiapkan implantasi ovum.

Fase Ovulasi

Sel telur sudah matang  akan  keluar dari ovarium. Peristiwa ini disebut ovulasi.

Fase Pasca Ovulasi

a.  Ovum  bergerak ke tuba falopi menuju rahim.

b.  Folikel yang tersisa di ovarium akan berubah  bentuk menjadi  korpus luteum.

c.  Korpus luteum akan mensekresi hormon progesteron

d.  Dinding Rahim menebal sehingga rahim siap menerima implantasi ovum yang telah dibuahi

Jika pembuahan tidak terjadi,

a.   Korpus luteum rusak dan produksi progesteron dan estrogen berhenti.

b.   Endometrium (dinding rahim ) rusak atau meluruh sehingga terjadi menstruasi

Menstruasi terjadi setiap bulan sekitar dua minggu setelah ovulasi dan biasanya    berlangsung 3-7 hari.

Siklus menstruasi normal berlanjut sampai wanita berumur  40-an atau 50-an. Sebagai akibat dari penuaan alami ovarium sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan akhirnya berhenti. Ini disebut menopause.

 

Nervous system consist to part:
1. Neuron and the senses
2. Central nervous system (the brain and spinal cord)

Sistem saraf terdiri:

1. Sel saraf dan Indra (Receptor)

2. Sistem saraf pusat (Otak dan sumsum tulang belakang)

NEURON (Sel Saraf)

The Neuron is the functional unit of the nervous system. Humans have about 100 billion neurons in their brain alone! While variable in size and shape,

Neuron adalah unit fungsional dari sistem saraf. Manusia memiliki sekitar 100 miliar neuron di otak nya. Bentuk dan ukurannya bervariasi.

 

all neurons have three parts.

1. Dendrites receive information from another cell and transmit the message to the cell body.

2. The cell body contains the nucleus, mitochondria and other organelles typical of eukaryotic cells.

3. The axon conducts messages away from the cell body.

Semua neuron memiliki tiga bagian.

1. Dendrit menerima informasi dari neuron lain dan mengirimkan pesan ke sel tubuh.

2.  Badan sel berisi inti, mitokondria dan organel lainnya khas sel eukariotik.

3.  Akson mengantarkan rangsangan  dari badan sel

Some axons are wrapped in a

Myelin sheath

formed from the plasma membranes of specialized glial cells known as Schwann cells. Schwann cells serve as supportive, nutritive, and service facilities for neurons.

node of Ranvier:

The gap between Schwann cells  serves as points along the neuron for generating a signal. Signals jumping from node to node travel hundreds of times faster than signals traveling along the surface of the axon. This allows your brain to communicate with your toes in a few thousandths of a second.

Beberapa akson dibungkus oleh :

Selubung mielin : terbentuk dari membran plasma sel glial khusus yang dikenal sebagai Sel Schwann. Sel Schwann berfungsi sebagai pelindung,penyokong dan sumber  nutrisi, bagi  neuron.

Nodus Ranfier :Celah antara sel-sel Schwann, yang  berfungsi sebagai titik sepanjang neuron untuk menghasilkan sinyal. Sinyal melompat dari node ke node perjalanan ratusan kali

Structure of a typical neuron.

Three types of neurons occur.

1. Sensory Neuron

 

Sensory neurons typically have a long dendrite and short axon,

Function :  carry messages from sensory receptors to the central nervous system.

Neuron sensorik biasanya memiliki dendrit panjang dan akson pendek, Function : Membawa pesan dari reseptor sensorik ke sistem saraf pusat.

2.  Interneuron

 

found only in the central nervous system

Function :  connected between sensory neuron and motor neuron.

Interneuron hanya ditemukan dalam sistem saraf pusat

Fungsi:  menghubungkan antara neuron sensoris dan  neuron motoris

3.  Motor neuron

 

Motor neurons have a long axon and short dendrites

Function : transmit messages from the central nervous system to the muscles (or to glands).

Neuron motoris  memiliki akson panjang dan dendrit pendek

Fungsi :  mengirimkan pesan dari sistem saraf pusat ke otot ( atau kelenjar

 

 

 

 

SENSES

Published 1 November 2011

1. EYES (MATA)

Our eyes are organs that let us see. Eyes detect both brightness and color

 

Iris – the colored part of the eye – it controls the amount of light that enters the eye by changing the size of the pupil

IRIS : bagian berwarna dari mata : mengatur jumlah cahaya yang yang masuk mata dengan mengubah ukuran pupil

Pupil – the opening in the center of the iris- it changes size as the amount of light changes (the more light, the smaller the hole)
Pupil — terletak di tengah iris -merubah ukuran ketika jumlah cahaya berubah (Cahaya yang terang, lubang kecil )
Cornea – the clear, dome-shaped tissue covering the front of the eye.

 

Cornea – berbentuk kubah jaringan yang menutupi depan mata.
Lens – a crystalline structure located just behind the iris – it focuses light onto the retina

Lensa – Terletak tepat di belakang iris – itu memfokuskan cahaya ke retina
Optic nerve – the nerve that transmits electrical impulses from the retina to the brain

Saraf optik – saraf yang mengirimkan impuls listrik dari retina ke otak

Retina – sensory tissue that lines the back of the eye. It contains millions of photoreceptors (rods and cones) that convert light rays into electrical impulses that are relayed to the brain via the optic nerve

Retina – Jaringan sensoris yang melapisi bagian belakang mata. berisi jutaan fotoreseptor ( batang dan kerucut ) yang mengkonversi sinar cahaya menjadi rangsangan yang diteruskan ke otak melalui saraf optik

Vitreous – a thick, transparent liquid that fills the center of the eye – it is mostly water and gives the eye its form and shape (also called the vitreous humor)

Vitreous – cairan, kental transparan yang mengisi bagian tengah mata – terdiri sebagian besar air dan memberikan bentuk mata (juga disebut vitreous humor )

 

 

 

 

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA MATA

A. Buta Warna

 

Kelainan ini terjadi pada sel-sel retina yang dikenal dengan buta warna, Pada kelainan ini penderita tidak dapat membedakan warna-warni benda. Buta warna didefinisikan sebagai kelainan atau gangguan dalam melihat warna. Paling sering ditemui adalah gangguan melihat warna merah-hijau. Gangguan warna biru-kuning lebih jarang. Sedangkan buta warna total, yaitu tidak dapat melihat warna sama sekali, lebih jarang lagi.

Buta warna disebabkan oleh dua hal, yaitu karena turunan dan karena dapatan (acquired). Buta warna turunan terjadi akibat kurang atau tidak adanya sel konus. Fungsi sel ini adalah ‘menangkap” warna. Ada tiga jenis sel konus, yaitu yang sensitif terhadap warna merah, hijau, dan biru. Warna yang kita lihat merupakan perbaduan dari ketiganya.

Jika hanya satu atau dua jenis sel konus yang jumlahnya kurang atau tidak ada, disebut buta warna sebagian atau parsial. Artinya, penderita masih mampu melihat warna tertentu. Sedangkan jika ketiganya tidak ada atau tidak berfungsi sama sekali, maka penderita akan melihat dunia ini hitam, putih, dan abu-abu. Jenis yang terakhir ini dinamakan buta warna total.

B.  KELAINAN PADA MATA

1.  Astigmat
Astigmat adalah suatu keadaan mata yang mengalami pandangan kabur. Ini disebabkan karena rusaknya kornea mata. Untuk mengatasinya seseorang harus menggunakan kacamata silindris.

2.  Miopi (Mata dekat)

Kelainan ini disebabkan karena daya akomodasi yang lemah, sehingga bayangan benda tidak tepat pada bintik kuning melainkan di depan bintik kuning. Gejala kelainan ini yaitu hanya dapat melihat dalam jarak lebih dekat dari normal, sekitar kurang dari 30 cm, Untuk mengatasinya penderita harus menggunakan kacamata lensa negative.

3.  Hipermetropi (mata jauh)

Gejala penyakit hipermetropi adalah seseorang hanya dapat melihat dengan jarak yang jauh sekitar lebih jauh dari 30 cm. Untuk mengatasinya penderita harus menggunakan kacamata lensa positif.

 4.  Presbiopi

Kelainan presbiop sering diderita oleh orang tua, disebabkan karena daya akomodasi berubah-ubah akibat titik proksimum dan remotum penglihatan berubah-ubah. Untuk mengatasinya penderita harus menggunakan kacamata berlensa rangkap yaitu positif dan negatif.

C.  PENYAKIT PADA MATA

Penyakit yang terjadi pada mata antara lain seperti berikut.
1.  Katarak

Katarak merupakan keadaan pengeruhan pada lensa mata. Sebab- sebabnya adalah diabetes melitus, sinar X, obat-obat kortison dalam waktu lama. Penyakit ini dapat disembuhkan melalui operasi, dengan menanam lensa buatan di dalam bola mata.

 2.  Trakhoma
Trakhoma merupakan penyakit yang disebabkan terjadinya peradangan konjungktiva, yang diakibatkan karena infeksi virus. Apabila dibiarkan penyakit ini dapat menimbulkan kebutaan.

3.  Kekurangan  vitamin A
Kelainan yang terjadi karena kekurangan vitamin A yaitu rabun senja. Vitamin A sangat penting untuk kerja retina.

2.  EARS (TELINGA)

ears are in charge of collecting sounds, processing them, and sending sound signals to brain. And that’s not all — your ears also help keep body balance. So if you bend over to pick up your cat, you won’t fall down — or even worse — fall on your cat. Meow!

The ear is made up of three different sections:

1.  the outer ear,

2.  the middle ear, and

3.  the inner ear.

These parts all work together so you can hear and process sounds.

 

Telinga bertanggung jawab atas pengumpulan , pengolahan suara, dan mengirim sinyal suara ke otak. Dan itu tidak semua. Telinga juga membantu menjaga keseimbangan. Jadi jika Anda membungkuk untuk mengambil kucing Anda, Anda tidak akan jatuh ke bawah – atau bahkan lebih buruk lagi – jatuh pada kucing Anda. Meow!

Telinga terdiri dari tiga bagian yang berbeda:

1.  Telinga luar

2.  Telinga tengah, dan

3.   Telinga bagian dalam.

Ketiga bagian tersebut saling bekerja sehingga kita bisa mendengar dan poroses pendengaran

The Outer Ear: Catch the Wave

The outer ear is called the pinna or auricle (say: or-ih-kul). This is the part of the ear that people can see. It’s what people pierce to wear earrings and what your friend whispers into when it’s time for a secret. The main job of the outer ear is to collect sounds,

The outer ear also includes the ear canal, where wax is produced. Earwax is that gunky stuff that protects the canal. Earwax contains chemicals that fight off infections that could hurt the skin inside the ear canal.

Telinga bagian luar disebut pinna atau aurikel. Ini adalah bagian yang dapat dilihat orang.    Bagian  yang ditembus orang untuk memakai anting-anting dan membisik teman Anda ketika ada  rahasia. Tugas utama dari telinga luar adalah untuk mengumpulkan suara,

Telinga luar juga mencakup saluran telinga, di mana kotoran diproduksi. Kotoran telinga dapat menutupi saluran. Kotoran telinga mengandung bahan kimia yang melawan infeksi yang bisa melukai kulit di dalam kanal telinga.

The Middle Ear: Good Vibrations

After sound waves enter the outer ear, they travel through the ear canal and make their way to the middle ear. The middle ear’s main job is to take those sound waves and turn them into vibrations that are delivered to the inner ear. To do this, it needs the eardrum, which is a thin piece of skin stretched tight like a drum.

Setelah gelombang suara memasuki telinga bagian luar, gelombang berjalan melalui saluran telinga dan menuju telinga bagian tengah. Fungsi utama telinga tengah adalah untuk menerima- gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran yang dikirim ke telinga dalam. Untuk melakukan hal ini, perlu gendang telinga, yang merupakan lapisan tipis yang terbentang seperti drum.

The eardrum separates the outer ear from the middle ear and the ossicles (say: ah-sih-kulz). What are ossicles? They are the three tiniest, most delicate bones in your body. They include:

  • the malleus which is attached to the eardrum and means “hammer” in Latin
  • the incus which is attached to the malleus and means “anvil” in Latin
  • the stapes the smallest bone in the body, which is attached to the incus and means “stirrup” in Latin

When sound waves reach the eardrum, they cause the eardrum to vibrate. When the eardrum vibrates, it moves the tiny ossicles — from the hammer to the anvil and then to the stirrup. These bones help sound move along on its journey into the inner ear.

Gendang telinga memisahkan telinga luar dari telinga tengah dan ossicles.  ossicles adalah tiga tulang terkecil dan paling halus dalam tubuh kita. Ketiga tulang tersebut adalah . Meliputi :

1. Maleus: melekat pada gendang telinga dan berarti ” palu ” dalam bahasa Latin

2. Inkus :  melekat pada maleus dan berarti ” landasan ” dalam bahasa Latin

3. Stapes :  tulang terkecil dalam tubuh, yang melekat pada inkus dan berarti ” behel ” dalam bahasa Latin

Ketika gelombang suara mencapai gendang telinga, membuat gendang telinga bergetar. Ketika gendang telinga bergetar, bergerak ossicles kecil – dari palu , landasan dan kemudian ke sanggurdi. Tulang-tulang membantu menggetarkan suara  menuju ke  telinga bagian dalam.

 

 

The Inner Ear: Nerve Signals Start Here

Sound comes into the inner ear as vibrations and enters the cochlea a small, curled tube in the inner ear. The cochlea is filled with liquid, which is set into motion, like a wave, when the ossicles vibrate.

Suara masuk ke telinga bagian dalam memasuki koklea, Koklea adalah tabung kecil yang melingkar kedalam atau bentuk spiral). Koklea diisi dengan cairan, yang diatur menjadi gerak, seperti gelombang, ketika ossicles bergetar.

The cochlea is also lined with tiny cells covered in tiny hairs that are so small you would need a microscope to see them. They may be small, but they’re awfully important. When sound reaches the cochlea, the vibrations (sound) cause the hairs on the cells to move, creating nerve signals that the brain understands as sound.

Koklea ini juga dilapisi dengan sel kecil ditutupi rambut-rambut yang sangat kecil kita   perlu mikroskop untuk melihatnya. Mereka memang  kecil, tapi mereka sangat penting. Bila suara mencapai koklea, getaran ( suara) menyebabkan rambut pada sel bergerak, sinyal saraf yang membuat otak memahami sebagai suara.

Ear Keeping Our balance body (Telinga menjaga keseimbangan tubuh kita)

Ears do more than hear. They keep you balanced, too. In the inner ear, there are three small loops above the cochlea called semicircular canals. Like the cochlea, they are also filled with liquid and have thousands of microscopic hairs.

Telinga menjaga keseimbangan anda. Pada telinga bagian dalam, ada tiga loop kecil di atas koklea disebut kanalis semisirkularis. Seperti koklea, mereka juga diisi dengan cairan dan memiliki ribuan bulu mikroskopis.

When you move your head, the liquid in the semicircular canals moves, too. The liquid moves the tiny hairs, which send a nerve message to your brain about the position of your head. In less than a second, your brain sends messages to the right muscles so that you keep your balance.

Bila Anda meggerakkan kepala Anda, cairan dalam semicircular canals bergerak juga. Cairan bergerak rambut kecil, yang mengirimkan pesan saraf ke otak tentang posisi kepala Anda. Dalam waktu kurang dari satu detik, otak Anda akan mengirim pesan ke otot-otot yang tepat sehingga Anda menjaga keseimbangan Anda.

Sometimes the liquid in your semicircular canals keeps moving after you’ve stopped moving. To understand this, fill a cup halfway with water. Now move the cup around in a circle in front of you and then stop. Notice how the water keeps swishing around, even after the cup is still? That’s what happens in your semicircular canals when you spin in circles

Kadang-kadang cairan dalam semicircular canals Anda terus bergerak setelah Anda berhenti bergerak. Untuk memahami hal ini isilah gelas dengan air (setengah saja). Sekarang gerakkan  cangkir secara melingkar di depan Anda dan kemudian berhenti. Perhatikan bagaimana air terus bergerak, bahkan setelah cangkir berhenti di putar? Itulah yang terjadi di kanalis semisirkularis Anda ketika Anda berputar scara melingkar.

When you stop spinning or step off the ride, the fluid in your semicircular canals is still moving. The hairs inside the canals are sensing movement even though you’re standing still. That’s why you might feel dizzy — your brain is getting two different messages and is confused about the position of your head. Once the fluid in the semicircular canals stops moving, your brain gets the right message and you regain your balance.

Bila kita berhenti, cairan dalam semicircular canals Anda masih bergerak. Bulu di dalam kanal-kanal yang merasakan gerakan bahkan meskipun Anda sedang berdiri diam. Itulah mengapa Anda mungkin merasa pusing – otak  mendapatkan dua pesan yang berbeda dan bingung tentang posisi kepala Anda. Setelah cairan di kanalis semisirkularis berhenti bergerak, otak  mendapatkan pesan yang tepat dan mendapatkan kembali keseimbangan Anda.

 

Kelainan dan Penyakit pada Telinga

Telinga dapat mengalami kelainan-kelainan contohnya seperti berikut.

1.   Radang telinga (otitas media)
Penyakit ini disebabkan karena virus atau bakteri dan sering menyerang pada anak-anak. Gejalanya adalah sakit pada telinga, demam, dan pendengaran berkurang. Telinga akan mengeluarkan nanah dan kelainan ini dapat memecahkan gendang telinga.

 

2.   Labirintitis
Labirintitis merupakan gangguan pada labirin dalam telinga. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi, gegar otak, dan alergi. Gejalanya antara lain telinga berdengung, mual, muntah, vertigo, dan berkurang pendengaran.

3.   Motion sickness ( Mabuk perjalanan)

Mabuk perjalanan ini merupakan gangguan pada fungsi keseimbangan. Penyebabnya adalah rangsangan yang terus menerus oleh gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan, baik darat, laut maupun udara. Biasanya disertai dengan muka pucat, berkeringat dingin dan pusing.

4.   Tuli
Tuli atau tuna rungu ialah kehilangan kemampuan untuk dapat mendengar. Tuli dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tuli konduktif dan tuli saraf. Tuli konduktif terjadi disebabkan oleh menumpuknya kotoran telinga di saluran pendengaran, sehingga mengganggu transmisi suara ke koklea. Tuli saraf terjadi bila terdapat kerusakan syaraf pendengaran atau kerusakan pada koklea khususnya pada organ korti.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: