Makalah Seni Rupa

BAB 1 PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).

 

  1. B.     Tujuan

Tujuan dalam pembuatan makalah ini yaitu dalam pemenuhan tugas yang telah diberikan oleh guru pengajar.

 

 

  1. C.     Ruang Lingkup

Dalam pembuatan makalah ini kami hanya membahas tentang seni rupa, seni music, seni tari dan seni teater.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2 TINJAUAN TEORI

  1. 1.      SENI RUPA  

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

  1. a.      Seni Rupa Murni

Seni rupa murni, dibuat dengan fungsi murni untuk keindahan.

  1. 1.       Seni Lukis

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvaskertaspapan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imajinasi tertentu kepada media yang digunakan.

  1. a.      Sejarah umum seni lukis
    1. Zaman prasejarah

Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk menceritakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arangkapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dindinglantaikertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohonbukitgunung,sungai, dan laut.  Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar dari pada mencari makanan.

  1. Zaman klasik

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

  1. Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
  2. Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompei)
  3.   Zaman pertengahan

Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas. Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme.

  1. Zaman Renaissance

Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah: Tomassi, Donatello, Leonardo da Vinci, Michaelangelo, dan Raphael.

  1. Sejarah Seni Lukis di Indonesia

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.

  1. b.      Aliran seni lukis
    1. 1.       Surrealisme

                Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali

  1. 2.       Kubisme

                Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

  1. 3.       Romantisme

                Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.

  1. 4.       Plural painting

                Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual.

  1. 5.       Seni lukis daun

                Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar.

Aliran lain : Ekspresionisme, Dadaisme, Fauvisme, Neo-Impresionisme, Realisme, Naturalisme, De Stijl.

  1. c.       Tujuan-tujuan yang dipilih oleh seorang seniman adalah sebagai berikut: Tujuan religious, tujuan magis, tujuan simbolis, tujuan estetis, tujuan komersil, dan tujuan ekspresi.

Pelukis terkenal Indonesia adalah : Affandi, Agus Djaya, Barli Sasmitawinata, Basuki Abdullah, Djoko Pekik, Dullah, Ferry Gabriel, Hendra Gunawan, Herry Dim, Jeihan, Kartika Affandi, Lee Man Fong, Mario Blanco, Otto Djaya, Popo Iskandar, Raden Saleh, S. Sudjojono, Srihadi, Sri Warso Wahono, Trubus, Atim Pekok, dan E. Darpo.S.

  1. 2.       Seni Patung

Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Seni patung di Indonesia adalah seni yang diciptaan dengan fungsinya sendiri – sendiri. contohnya di Bali patung digunakan untuk bersembahyang berbeda dengan daerah lain.

  1. Bahan dan Teknik Pembuatan Patung
    1. Bahan keras dapat berupa kayu, batu cadas atau andesit logam, gading, tulang, dan tanduk. Teknik yang digunakan untuk membuat patung dengan bahan keras adalah dengan teknik pahat, kecuali bahan yang terbuat dari logam. Sedangkan cara membuat dengan bahan keras contoh logam  dilakukan dengan teknik cor, tempa, patri dan las tuang.
    2. Bahan plastic yang dapat digunakan untuk membuat patunga adalah tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun dan gips. Dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, modeling, coiling, pijit dan slabing.
    3. Bentuk dan Wujud seni Patung
      1. Bagian kop merupakan pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala.
      2. Bagian buste merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau betuk dada dan kepala.
      3. Bagian torso merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian badan.
      4. Teknik Pembuatan Patung
        1. Teknik Mengecor
        2. Teknik Modeling
        3. Teknik Menempel

Pematung Indonesia adalah: Dolorosa Sinaga, Edhi Sunarso, Gregorius Sidharta, I Nyoman Nuarta.

 

  1. b.      Seni Rupa Terapan                                                                                                                            Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan) manusia. Seni rupa terapan memiliki fungsi guna atau pakai. Artinya selain sebagai benda yang bernilai seni (artistik) juga sebagai benda yang indah (estetis) dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Contoh benda seni terapan antara lain benda-benda gerabah dari tanah liat, benda-benda anyaman, kerajinan keramik, peralatan rumah tangga, kerajinan furniture.                        Karya seni rupa terapan daerah setempat diciptakan untuk tujuan melestarikan nilai-nilai tradisi dan adat dalam proses serta teknik berkarya seni rupa daerah setempat. Bentuk, model, teknik, dan media memiliki keunikan/karakteristik tersendiri, sebagai kekayaan seni budaya.                                                                                                                                                       Karya seni rupa terapan daerah setempat yaitu karya seni rupa yang memiliki fungsi pakai/guna, dibuat dengan teknik (cara) dan media yang ada di daerah setempat, sebagai aset atau kekayaan budaya nasional.
    1. 1.      Hasil Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Benda-benda seni rupa terapan yang dihasilkan di bagian daerah di wilayah Indonesia diantaranya yang terkenal adalah:

  1. Kerajinan Batik

Seni batik adalah sebagai budaya nasional yang sudah banyak dikenal di mancanegara. Sebagian besar daerah di Indonesia memiliki karya seni batik yang berbeda jenis dan coraknya. Batik termasuk karya seni terapan dua dimensi yang umumnya digunakan sebagai nama motif atau corak batik. Antara lain : Batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Bayumasan (Purwokerto), Batik Laseman (Lasem-Rembang), Batik Bakaran (Pati), Batik Cirebon, Batik Pekalongan (corak Pekalongan), Batik Madura, Batik Palembang, Batik Garut (Jawa barat), Batik Bali, Batik Tuban (Jawa Timur).

  1.  b.    Kerajinan keramik dari Kasongan Yogyakarta, Purwakarta, Sompok, Mayong (Jepara), Bojonegoro (Jawa Timur), Bandung, dan Kedu.
  2.  c.    Kerajinan kain tenun dari daerah Troso (Jepara), Bali, Garut, Yogyakarta, Tuban, Lombok, dan Timor.
  3.  d.    Kerajinan kuningan dari Juwana Pati (Jawa Tengah).
  4.  e.    Kerajinan ukir perak bakar dari Kota Gede Yogyakarta.
  5.  f.    Kerajinan anyaman dari bahan alami untuk benda tas, keranjang, tikar, dan topi. Daerah asal Tangerang, Kudus, Kedu, Tasikmalaya dan Bali.
  6.  g.    Kerajinan tangan untuk cinderamata (souvenir) dari daerah Surakarta, Jepara, Yogyakarta, Jakarta, Bali, Bandung, Palembang, Makassar, dan Samarinda.
  7.  h.    Kerajinan wayang kulit (Wayang / boneka yang terbuat dari kulit berbentuk dua dimensi) digunakan untuk seni perdalangan atau sebagai hiasan. Dihasilkan dari daerah Yogyakarta, Surakarta, Kedu, Bali, dan Jawa Timur.
  8.   i.    Wayang Golek (boneka berbentuk tiga dimensi) dihasilkan dari daerah, Bandung, dan Yogyakarta (Jawa tengah)
  9.   j.    Kerajinan ukir kayu, yang menghasilkan benda-benda ukir berupa perabotan rumah tangga ukir (meja, kursi, tempat tidur, almari, dan hiasan dinding) dan gambar relief. Daerah penghasik ukiran kayu antara lain Jepara, Bali, Kalimantan, Madura, dan Papua (suku Asmat), Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, dan Palembang.
  10.  k.    Kerajinan topeng kayu dari daerah Yogyakarta, Surakarta, Betawi, Cirebon, Bali, dan Bandung.
  11.  l.     Kerajinan merangkai janur. Jawa Tengah, Bali dan Yogyakarta.
  12.  m.   Kerajinan bordir berasal dari daerah Kudus dan Tasikmalaya.
  13. 2.   Media dan Teknik Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
    1.        a.  Media (bahan/alat) yang digunakan umumnya bahan alami dn yang mudah didapat dari daerah setempat. Contoh media seni terapan tradisional (daerah setempat) umumnya menggunakan yang harganya murah, mudah terjangkau masyarakat umum/luas, bambu, kayu, tanah liat, jenis rumput-rumputan (untuk anyaman), eceng gondok, tempurung (batok) kelapa, kulit kerang, kulit hewan, batu marmer, batu andesit, dan daun-daunan.
    2.        b.  Teknik (cara) yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan daerah setempat atau tradisional pada umumnya sangat sederhana yaitu dengan menggunakan tangan atau dengan alat bukan mekanis (mesin). Misalnya dalam pembuatan anyaman bambu daun, ukirankayu, kain tenun, kain songket keramik tradisi, wayang kulit dan golek, bordir, sulaman, kain batik. Dikerjakan secara perorangan atau kelompok. Dengan cara (teknik) ukir, pahat, anyam, aplikasi, jahit, butsir, membentuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.    SENI MUSIK
  •    Pengertian seni music
  1. Seni Musik adalah bagian dari aktivitas kultur dan sosial manusia , dimana seni musik untuk mengekspresikan perasaan dan idenya.
  2. Seni Musik adalah kesenian yang berupa bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar , dan sebagai karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  3. Seni Musik adalah suatu wujud karya dalam bentuk nada, dan memiliki tempo yang dapat diikuti oleh penikmatnya , dan musik itu terlahir dari aliran aliran nadi yang yangdisertai dorongan sensitif karena salah satu indera nya merasakan rangsangan.
  •   Alat-alat musik
    Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, gambus
    Alat musik gesek: biola, rebab, cello
    Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,
    Alat musik tiup: seruling, terompet, trombon, harmonika, pianika, recorder sopran,
    Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,
    Alat musik moderen: gitar listrik, organ, akordeon, drum,
  •   Aliran-aliran musik
    1. Blues
    2. Rock/Rock n Roll
    3. Metal :
  1. Blues Rock
  2. Classic Metal
  3. Progresive Metal
  4.  American Metal
  5.  Punk
  6.  Grunge
  7.  Heavy Metal
  8.  Soft Rock/Pop Rock
  9.  Speed Metal/Power Metal/Thrash
  10.  Muso Metal/Instrumental Metal
  11.  Death Metal/Doom Metal/Black Metal/White Metal/Grindcore
  12.  Rap Metal/Rap Core
  13. Alternative Metal
  • Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup
  1. 1.       Suara

Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggrispitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi).

  1. 2.       Nada

Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayortangga nada minor, dan tangga nada pentatonikNada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dalam teori musik diatonis barat diidentifikasikan menjadi 12 nada yang masing-masing diberi nama yaitu nada C,D,E,F,G,A dan B. Serta nada-nada kromatis yaitu Cis/Des, Dis/Es, Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes.

  1. 3.       Ritme

Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktuBirama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).

  1. 4.       Notasi

Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasartempodinamika, dan sebagainya.

  1. 5.       Melodi

Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).

Melodi terbentuk dari sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil dari melodi adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki maksud atau makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan gabungan dari Semi Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling umum biasanya terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan kalimat jawab (Konsekuen).

  1. 6.       Harmoni

Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.

  1. 3.    SENI TARI

Seni Tari adalah seni yang diwujudkan dalam bentuk gerak, atau  aeni tari adalah ekspresi jiwa yang diungkapkan dengan bentuk-bentuk gerakan ritmis yang indah. Dalam seni tari harus terdapat unsur-unsur gerakan, ritmis, estetika, ruang, tujuan, dan tempo (waktu).

Jenis tari ditinjau dari bentuk penyajiannya terbagi  tiga kelompok, yaitu:

  1. Tari Tunggal

Tari Tunggal yaitu tari yang dilakukan oleh satu orang. Contohnya adalah tari gambir anom, tari koncar, tari gunung sari, tari gatotkaca, tari bondan, tari gambyong dan tari kukilo.

Jenis tari menurut fungsinya:

  1. Tari pertunjukan
  2. Tari hiburan
  3. Tari pergaulan, dan
  4. Tari upacara

Menurut isi dan tema jenisnya:

  1. Tari aerotik
  2. Tari heroik, dan
  3. Tari pantomime

Menurut koreografi dibedakan menjadi :

  1. Tari rakyat, adalah tari yang hidup dikalangan/daerah setempat. Tari ini  belum mempunyai norma-norma dan aturan tertentu, bersifat sederhana dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Sifatnya sekedar memenuhi kebutuhan tradisi masyarakat setempat, seperti upacara.
  2. 2.    Tari klasik, sudah mengalami perkembangan penggarapan pencapaia standar tertentu kristalisasi. Tari klasik berasal dan tumbuh dari lingkungan bangsawan atau kraton. Nilainya artistik dan nilai estetik sudah tinggi.
  3. Tari kreasi baru, yaitu tari yang dihasilkan dari perkembangan penggarapan baru. Sumbernya dari elemen-elemen gerak tari tradisi yang susunannya  bernafaskan baru. Dicipta oleh para seniman tari atau koreografer. Tari kreasi baru bukan kontenporer atau modern.
  4. Tari Berpasangan

Tari berpasangan yaitu tari yang dilakukan dengan berpasangan, laki-laki dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.

  1. Tari Kelompok/Massal

Tari ini dilakukan dengan ramai-ramai, atau dengan menggunakan banyak penari.

Macam-Macam Tarian Indonesia

  1.  Tari Gantar
    Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.
    Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
  2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
    Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
    Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
  3.  Tari Kancet Ledo / Tari Gong
    Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.
    Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga
  4.  Tari Kancet Lasan
    Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
  5. Tari Leleng
    Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.
  6.  Tari Hudoq
    Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
  7.  Tari Hudoq Kita’
    Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita’ dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita’ menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita’, yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.
  8. Tari Serumpai
    Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
  9.  Tari Belian Bawo
    Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.
  10. Tari Kuyang
    Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
  11.  Tari Pecuk Kina
    Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
  12.  Tari Datun
    Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.
  13. Tari Ngerangkau
    Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
  14.  Tari Baraga’ Bagantar
    Awalnya Baraga’ Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
  15. 4.    SENI TEATER

Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater. Teater berasal dari kata theatron yang diturunkan dari kata theaomai(bahasa yunani) yang artinya takjub melihat atau memandang.
Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas.
Teeater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis.
Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.

Macam – macam seni teater yang sering kita jumpai adalah sebagai berikut

  1. Reog ponorogo
  2. Wayang Orang
  3. Ludruk
  4. Ketoprak
  5.  Lenong Betawi
  6.  Mamanda
  7.  Randai
  8.  dan lain – lain

Indonesia mempunyai dua teater, yaiyu:

  1. Teater Tradisional

Teater Tradisional adalah bentuk pertunjukan yang pesertanya dari daerah setempat karena terkondisi dengan adat istiadat, sosial masyarakat dan struktur geografis masing-masing daerah.

Ciri-ciri Teater Tradisional :

  1. 1.  Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah),
  2. 2.  Pementasan sederhana,
  3. 3.  Ceritanya turun temurun.

 

  1. Teater Modern

Modern adalah cerita yang bahannya dari kejadian-kejadian sehari-hari, atau karya sastra.

contoh Teater Modern :

a. drama

b. teater

c. sinetron

d. film

 

Ciri-ciri Teater Modern

  1. Panggunga tertata
  2.  Ada pengaturan jalan cerita
  3.  Tempat panggung tertutup

Unsur-unsur Teater adala sebagai berikut:

  1. 1.       Naskah/Skenenario

Naskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan.

  1. 2.        Skenario

Skenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya. Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis.

  1. 3.       Pemain/Pemeran/Tokoh

Pemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor.

Macam-macam peran :

  1.  Peran Utama

Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah

  1.  Peran Pembantu

Peran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian

  1.  Peran Tambahan/Figuran

Figuran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana

  1. 4.       Sutradara

Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.

  1. 5.        Properti

Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan drama atau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain

  1. 6.       Penataan

Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain:

  1. Tata Rias.

Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan

  1. Tata Busana

Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian

  1.  Tata Lampu

Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung

  1. Tata Suara

Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara

  1. 7.       Penonton

Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara atau film karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 3 Penutup

 

  1. A.     Kesimpulan

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.  Seni Musik adalah suatu wujud karya dalam bentuk nada, dan memiliki tempo yang dapat diikuti oleh penikmatnya , dan musik itu terlahir dari aliran aliran nadi yang yangdisertai dorongan sensitif karena salah satu indera nya merasakan rangsangan. Seni Tari adalah seni yang diwujudkan dalam bentuk gerak, atau  aeni tari adalah ekspresi jiwa yang diungkapkan dengan bentuk-bentuk gerakan ritmis yang indah. Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).

 

  1. B.     Keritik dan Saran

Saya menyadari dalam pembuatan makalah ini mungkin masih banyak sekali terdapat kesalahan, maka dari itu saya minta maaf yang sebesar-besarnya, tapi saya berharap agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni
  3. http://www.techinfo.web.id/2009/08/seni-rupa-murni-dan-seni-rupa-terapan.html
  4. http://www.smpn7bgr.com/?ttg=ksi&h=3486&y=1&kat=Religi&oleh=DESI%20TRI%20LESTARI&jdl=seni%20rupa%20terapan
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_patung
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_Musik
  7. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_Tari
  8. http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_Teater
  9. LKS kelas IX KTSP

 

2 responses to this post.

  1. Posted by elmira fairuz on Januari 20, 2013 at 3:09 am

    kalau contoh karya seni rupa batik apaan ajasih?????????????

    Balas

  2. follow me at twitter @ariarc
    and add me at facebook ari susanti

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: